Sabtu, 14 Mei 2011

Renungan Jiwa

Bertanya Pada Diri Sendiri

oleh Ngasirin Bin Djasmin pada 14 Mei 2011 jam 2:26
Wahai diriku, apa kabarmu hari ini?
Adakah engkau dalam keadaan sehat lahir dan batin?
Masihkah senyum manis menghiasi bibirmu?
Masihkah langkah hidup terasa ringan engkau ayunkan atau malah terasa berat sekali?
Masihkah engkau bergegas untuk menjawab panggilan-Nya disaat adzan berkumandang?
Adakah perasaan malas dan menunda mulai hinggap di hatimu untuk berbuat kebaikan?
Masihkah ucapan istighfar sebagai rasa sesal membasahi bibirmu, untuk setiap ucapan yang nista, pandangan mata yang tak seharusnya, serta bisikan jahat pada hatimu yang akhirnya engkau lahirkan dalam wujud perbuatan?..........................

Dia-lah Pemilik Kebahagiaan

oleh Ngasirin Bin Djasmin pada 14 Mei 2011 jam 2:20
Ketika engkau menggantungkan kebahagiaan pada benda, maka disaat benda itu hilang atau tidak sesuai dengan harapanmu, maka yang hadir di hatimu adalah rasa sedih dan kecewa. Oleh karena itu, gantungkanlah kebahagiaanmu hanya kepada pemilik kebahagiaan itu, yakni Allah Subhanahu wa ta’ala.

Rasa Yang Tak Terangkul Kata

oleh Ngasirin Bin Djasmin pada 13 Mei 2011 jam 15:34
Seharusnya engkau tahu
Dua rasa tak akan menyatu
Dalam hati yang dimabuk rindu

Tak bisakah engkau berlalu
Sembari ku nikmati rasa itu?

Rasa yang tak ingin ku padu
Dengan rasa apapun selain rindu

Ketika rindu tlah membuncah
Selainnya tiada indah
Yang melintas hanyalah dirinya
Dalam balutan eloknya jiwa

Karena rasa tak terangkul kata
Dan yang ada hanyalah asa
Dalam dekapan rindu tak terkira
Hingga sanggup membenam kata

Saudaraku,

Semoga kerinduan terbesar kita tidak lain adalah kerinduan akan perjumpaan dengan Allah S.W.T dan Kekasih~Nya, Baginda Rasulullah Muhammad S.A.W kelak…Insya Allah..amin.
Wallahu a’lam....

Bersimpuh..

oleh Ngasirin Bin Djasmin pada 13 Mei 2011 jam 15:29
Duhai Robbiy,

Kelak, ketika aku bertemu dengan~Mu
Tak kumiliki bekal sedikit pun juga
Kecuali permohonan dan harapan akan Rahmat~Mu
Semua harapanku terhimpun pada kehadiran~Mu
Rugilah bila harapanku hampa..
Jika hanya orang baik yang diperkenankan memohon di pintu~Mu
kepada siapakah para pendosa harus mengetuk pintu permohonan?
Duhai Robbiy,

Jika di hari kiamat aku menghadap~Mu dengan rasa malu
Mungkinkah Engkau tak berkenan menyelamatkanku dari api neraka?

1 komentar: