Oleh Rohmi Widiantoro · 19 April 2011
Sunyi menguntai nyanyian hari yg syahdu oleh bisikan angin
Terlena dalam belaian hati yg merenung di permukaan
Hanyut dalam arus kecil sang hitam
Mengapung pada dasar kerindun pada Sang Kholik
Enggan menyapa diri yg sudah mulai lelah
Ramai terdepak oleh bisikan sunyi yg nyaring
Tersulut oleh sapaan dingin yg menyapu lembut
Termanggu dalam ruang tersekat...
Kehidupan selalu mengalir seperti sungai diantara 2 tepian. Alirannya mengalir begitu deras melewati bebatuan terjal dan air terjun yang bergelora. Lalu sang sungai perlahan- lahan melebar dan meluas, hingga tepiannya semakin menjauh serta a
Itulah perjalanan hidup kita. Rangkaian kegagalan dan kesuksesan, penderitaan dan kebahagiaan. Semuanya selalu mengalir beriringan dan merupakan rangkaian peristiwa dalam setiap episode kehidupan yang terus mengalir, sampai akhirnya bertemu dengan muara kehidupan (menghadap Allah swt).
Dalam menempuh perjalanan hidup, manusia tidak akan pernah luput dari kemenangan dan kekalahan. Kebahagiaan dan kesedihan. Semuanya silih berganti bagaikan roda kehidupan yang selalu berputar, kadang berada di atas dan kadang di bawah. Namun jika kita menjalani hidup ini dengan penuh keikhlasan, kesabaran dan penuh rasa syukur, maka kita tidak akan pernah mengalami SAAT DI BAWAH, karena kita akan tetap merasa senang dan nyaman dimanapun posisi kita berada.
Jalanilah hidup ini seperti air yang terus mengalir melewati bebatuan yang terjal dan mengarungi air terjun yang bergelora. Tidak selamanya kemenangan itu indah dan tidak selamanya pula kekalahan itu menyedihkan. Saat kita menang, namun kemenangan itu justru membawa kita pada kesombongan. Maka sesungguhnya kita berada dalam KEKALAHAN YANG LUAR BIASA. Begitu pula sebaliknya, saat kita sedang kalah namun kita mempunyai semangat yang tinggi untuk bangkit, maka pada saat itu pula kita telah menjadi PEMENANG YANG SEBENARNYA.
Banyak hal yang kelihatan begitu indah dan semuanya telah kita rencanakan. Namun kadang rencana itu sama sekali tidak ada yang terwujud. “Saat HARAPAN tidak sesuai dengan KENYATAAN”. Karena Allah tahu, bahwa itu bukanlah yang terbaik untuk kita, kemudian Ia mengganti rencana kita dengan rencanaNya yang jauh lebih sempurna. Allah pun berfirman: Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS Al Baqarah 216).
Kita pun akan tersenyum dan menyadari, bahwa ternyata kegagalan dan kesalahan yang pernah kita lakukan pada masa lalu menjadi mutiara pelajaran yang sangat berharga sebagai bekal dalam mengarungi masa depan. Adanya kegagalan dan cobaan yang menghadang bukan untuk membuat kita berpaling dariNya. Namun untuk lebih mendekatkan diri kita kepadaNya. Karena Allah rindu dengan doa orang- orang yang beriman. Rosulullah pun bersabda: Apabila Allah menyenangi hamba maka dia diuji agar Allah mendengar permohonannya (kerendahan dirinya). (HR. Al-Baihaqi).
Adanya rasa khawatir dan cemas bukan untuk membuat kita menjadi orang- orang yang penakut dan mudah menyerah, tapi untuk membuat kita menjadi orang- orang yang selalu SIAP dan WASPADA dengan perbuatan yang akan kita lakukan. Hidup adalah anugrah terindah. Sungguh begitu banyak waktu yang terbuang apabila kita hanya mengeluh, bersedih, dan larut dalam keterpurukan. “After a storm comes a calm”. Badai pastilah berlalu, Yakinlah bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan atau jalan keluar yang begitu dekat. Allah pun berfirman: “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. An Nasyr: 6).
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang- orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang- orang yang beriman”. (Q.S Ali Imran: 139). “Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". (Q.S Yusuf: 87)
Oleh sebab itu, apapun yang terjadi kita harus yakin bahwa itu hanyalah salah satu sisi dari kehidupan. Dengan diimbangi sikap untuk selalu BERBENAH DIRI dan senantiasa BERUSAHA serta BERDOA, maka kita pasti akan mendapatkan yang terbaik. Segala sesuatu itu ada masanya. Ada saat dimana kita harus berusaha keras untuk ‘menanam’, dan akan tiba pula saat bagi kita untuk ‘memetik’ jerih payah yang telah kita lakukan.
Marilah kita terus berbenah dan berbenah untuk mempersembahkan apa yang TERBAIK dalam hidup ini. Dengan kemuliaan hati dan semangat pantang menyerah, dimanapun, kapanpun, dan dengan siapapun. Selama Allah tetap menjadi “JUST THE ONE GOAL”, maka kita pasti akan selalu berada dalam ketenangan dan kebahagiaan. Seperti doa yang sering kita panjatkan, “Bahagia Dunia Akhirat”.
Lantas, Bagaimana dengan Anda..? Masihkah Anda meratapi setiap cobaan yang Allah berikan..? Dan sudahkah Anda bangkit dari keterpurukan setelah Anda gagal melakukan Apa yang terbaik dalam hidup ini.? “Hai orang- orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang- orang yang sabar”. (Q.S Al Baqarah: 153). "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakal (Q.S At Taubah: 129).
Salam hangat dari Saya dan Keluarga besar
Terlena dalam belaian hati yg merenung di permukaan
Hanyut dalam arus kecil sang hitam
Mengapung pada dasar kerindun pada Sang Kholik
Enggan menyapa diri yg sudah mulai lelah
Ramai terdepak oleh bisikan sunyi yg nyaring
Tersulut oleh sapaan dingin yg menyapu lembut
Termanggu dalam ruang tersekat...
saat HARAPAN tidak sesuia dengan KENYATAAN.
oleh Yan Hidup Ini Indah pada 16 Februari 2010 jam 13:13
Itulah perjalanan hidup kita. Rangkaian kegagalan dan kesuksesan, penderitaan dan kebahagiaan. Semuanya selalu mengalir beriringan dan merupakan rangkaian peristiwa dalam setiap episode kehidupan yang terus mengalir, sampai akhirnya bertemu dengan muara kehidupan (menghadap Allah swt).
Dalam menempuh perjalanan hidup, manusia tidak akan pernah luput dari kemenangan dan kekalahan. Kebahagiaan dan kesedihan. Semuanya silih berganti bagaikan roda kehidupan yang selalu berputar, kadang berada di atas dan kadang di bawah. Namun jika kita menjalani hidup ini dengan penuh keikhlasan, kesabaran dan penuh rasa syukur, maka kita tidak akan pernah mengalami SAAT DI BAWAH, karena kita akan tetap merasa senang dan nyaman dimanapun posisi kita berada.
Jalanilah hidup ini seperti air yang terus mengalir melewati bebatuan yang terjal dan mengarungi air terjun yang bergelora. Tidak selamanya kemenangan itu indah dan tidak selamanya pula kekalahan itu menyedihkan. Saat kita menang, namun kemenangan itu justru membawa kita pada kesombongan. Maka sesungguhnya kita berada dalam KEKALAHAN YANG LUAR BIASA. Begitu pula sebaliknya, saat kita sedang kalah namun kita mempunyai semangat yang tinggi untuk bangkit, maka pada saat itu pula kita telah menjadi PEMENANG YANG SEBENARNYA.
Banyak hal yang kelihatan begitu indah dan semuanya telah kita rencanakan. Namun kadang rencana itu sama sekali tidak ada yang terwujud. “Saat HARAPAN tidak sesuai dengan KENYATAAN”. Karena Allah tahu, bahwa itu bukanlah yang terbaik untuk kita, kemudian Ia mengganti rencana kita dengan rencanaNya yang jauh lebih sempurna. Allah pun berfirman: Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS Al Baqarah 216).
Kita pun akan tersenyum dan menyadari, bahwa ternyata kegagalan dan kesalahan yang pernah kita lakukan pada masa lalu menjadi mutiara pelajaran yang sangat berharga sebagai bekal dalam mengarungi masa depan. Adanya kegagalan dan cobaan yang menghadang bukan untuk membuat kita berpaling dariNya. Namun untuk lebih mendekatkan diri kita kepadaNya. Karena Allah rindu dengan doa orang- orang yang beriman. Rosulullah pun bersabda: Apabila Allah menyenangi hamba maka dia diuji agar Allah mendengar permohonannya (kerendahan dirinya). (HR. Al-Baihaqi).
Adanya rasa khawatir dan cemas bukan untuk membuat kita menjadi orang- orang yang penakut dan mudah menyerah, tapi untuk membuat kita menjadi orang- orang yang selalu SIAP dan WASPADA dengan perbuatan yang akan kita lakukan. Hidup adalah anugrah terindah. Sungguh begitu banyak waktu yang terbuang apabila kita hanya mengeluh, bersedih, dan larut dalam keterpurukan. “After a storm comes a calm”. Badai pastilah berlalu, Yakinlah bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan atau jalan keluar yang begitu dekat. Allah pun berfirman: “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. An Nasyr: 6).
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang- orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang- orang yang beriman”. (Q.S Ali Imran: 139). “Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". (Q.S Yusuf: 87)
Oleh sebab itu, apapun yang terjadi kita harus yakin bahwa itu hanyalah salah satu sisi dari kehidupan. Dengan diimbangi sikap untuk selalu BERBENAH DIRI dan senantiasa BERUSAHA serta BERDOA, maka kita pasti akan mendapatkan yang terbaik. Segala sesuatu itu ada masanya. Ada saat dimana kita harus berusaha keras untuk ‘menanam’, dan akan tiba pula saat bagi kita untuk ‘memetik’ jerih payah yang telah kita lakukan.
Marilah kita terus berbenah dan berbenah untuk mempersembahkan apa yang TERBAIK dalam hidup ini. Dengan kemuliaan hati dan semangat pantang menyerah, dimanapun, kapanpun, dan dengan siapapun. Selama Allah tetap menjadi “JUST THE ONE GOAL”, maka kita pasti akan selalu berada dalam ketenangan dan kebahagiaan. Seperti doa yang sering kita panjatkan, “Bahagia Dunia Akhirat”.
Lantas, Bagaimana dengan Anda..? Masihkah Anda meratapi setiap cobaan yang Allah berikan..? Dan sudahkah Anda bangkit dari keterpurukan setelah Anda gagal melakukan Apa yang terbaik dalam hidup ini.? “Hai orang- orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang- orang yang sabar”. (Q.S Al Baqarah: 153). "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakal (Q.S At Taubah: 129).
Salam hangat dari Saya dan Keluarga besar
memahami sebuah arti cinta yg sebenarnya.
oleh Yan Hidup Ini Indah pada 03 Februari 2010 jam 11:24
Cinta… Ya. Itulah sepenggal kata yang sering kali diucapkan dan dirasakan oleh semua orang. Suatu bentuk ungkapan dan luapan perasaan seorang manusia. Tidak dapat dilihat… Tidak dapat disentuh… Namun dapat dirasakan, diluapkan, maupun dipendam. Kehadirannya kadang tiba- tiba, bagaikan kemarau panjang yang langsung terkena deburan air hujan. Bisa menyegarkan dan membahagiakan. Namun juga bisa menyakitkan. MasyaAllah…
Berbagai buku ditulis untuk mengungkap dan memahami arti sebuah cinta, mulai dari yang berjudul: ‘Pacaran dalam Islam’, ‘Ya Allah Aku sedang Jatuh Cinta’, ‘Jatuh Cinta itu Indah’, ‘Eifel I am in Love’, dll. Yang semuanya dijelaskan dalam puluhan, bahkan ratusan lembar untaian kata- kata. MasyaAllah…
Padahal cinta itu begitu sederhana, ia hanya terbagi menjadi 2 belahan, yaitu cinta yang abadi (cinta kepada sang ilahi), dan cinta yang fana (cinta kepada sesama manusia). Cinta yang ABADI selalu diliputi oleh perasaan senang, tenang, dan nyaman, karena perasaan ini terhubung langsung dengan sang ilahi. Sedangkan cinta yang FANA diliputi oleh nafsu, perasaan gelisah, tidak tenang, dan kadang menyakitkan.
Banyak sahabat kita yang terpuruk dalam kesedihan yang mendalam karena cinta yang fana. Ia disakiti bahkan dikhianati oleh orang- orang yang sangat mereka cintai. Astagfirullah hal’adzim…
Padahal, adanya cinta sebenarnya akan membuat kita bahagia, bukan membuat kita sengsara dan merana. Memang tidak mudah, bagi orang yang sudah terikat oleh cinta yang fana untuk bangkit kembali dari kesedihan, karena perasaannya masih memikirkan zat yang fana pula. Dengan terlalu menyandarkan hati kita pada zat yang lemah, maka kita pun akan tumbuh menjadi pribadi yang lemah pula.
Maka, mulai saat ini jadilah orang- orang yang tangguh. Yang tidak pernah bersedih dan menangis hanya karena sebuah cinta yang fana. Jangan sandarkan jiwa dan hati Anda yang suci pada cinta yang bisa menyakiti. Waktu masih panjang dan masih begitu banyak impian yang belum kita raih dalam hidup ini. Oleh sebab itu, kita membutuhkan kekuatan cinta yang luar biasa yaitu Cinta yang abadi, cinta kepada sang ilahi.
Silahkan Anda mencintai orang- orang yang Anda cintai, tapi cintailah mereka dengan cinta yang sewajarnya. Seandainya Anda ditinggalkan atau disakiti olehnya, maka Anda tidak terpuruk dalam kesedihan yang mendalam dan dapat langsung bangkit dari keterpurukan, karena masih mempunyai 1 cinta abadi yang hakiki, yaitu cinta kepada sang ilahi. Cinta yang tulus dan tak pernah menyakiti… Cinta yang memberi kekuatan dan menyejukkan hati… Cinta yang murni dan berasal dari cahaya ilahi.
Curahkan cinta Anda lebih kepada Allah ta’ala, karena inilah yang menjadi bukti ketulusan iman dan ketaqwaan kita kepadaNya. Bahkan rosulullah pun bersabda: “Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya”. (HR. Abu Dawud).
Cinta yang fana belum tentu bisa membawa kita ke Surga.Namun cinta yang abadi dapat membawa kita ke Surga. Cintailah rosulullah, karena kelak orang- orang yang mencintai beliau akan dipertemukan dengan beliau di Surga. Hadis riwayat Anas bin Malik ra.: “Bahwa seorang Arab badui bertanya kepada Rasulullah saw : Kapankah kiamat itu tiba? Rasulullah menjawab: Apa yang telah kamu persiapkan untuk menghadapinya? Lelaki itu menjawab: “Aku Cinta Allah dan RasulNya”. Kemudian rasulullah bersabda: “Kamu akan bersama orang yang kamu cintai” (bersama dengan rosul di Surga). (Shahih Muslim No.4775). MasyaAllah…
Jika Anda terlalu mencintai dan mengejar Dunia, maka Anda tidak mungkin mendapatkan Akhirat. Namun jika Anda mencintai dan mengejar Akhirat, maka Anda pasti mendapatkan keduanya (Dunia dan Akhirat). Mengapa..? Karena Akhirat tidak hanya mengajarkan kita bagaimana cara untuk memasukinya, tapi juga mengajarkan bagaimana kita untuk menaklukkan dan meraih apa yang terbaik di Dunia ini.
Bagaimana dengan Anda…? Masihkah Anda mengalirkan air mata kesedihan hanya karena sebuah cinta yang fana..? Dan sudahkah Anda mencintai Allah dan Rosulullah dalam cinta yang abadi..? Semoga sepenggal tulisan ini, dapat membantu Anda untuk lebih memahami arti sebuah cinta yang sebenarnya. Membuat Anda menjadi orang- orang tangguh, yang selalu mencintai Allah dan Rosulullah dalam ikatan cinta yang abadi. Allahumma Amiin…
Salam hangat dari Saya dan Keluarga Besar,
Berbagai buku ditulis untuk mengungkap dan memahami arti sebuah cinta, mulai dari yang berjudul: ‘Pacaran dalam Islam’, ‘Ya Allah Aku sedang Jatuh Cinta’, ‘Jatuh Cinta itu Indah’, ‘Eifel I am in Love’, dll. Yang semuanya dijelaskan dalam puluhan, bahkan ratusan lembar untaian kata- kata. MasyaAllah…
Padahal cinta itu begitu sederhana, ia hanya terbagi menjadi 2 belahan, yaitu cinta yang abadi (cinta kepada sang ilahi), dan cinta yang fana (cinta kepada sesama manusia). Cinta yang ABADI selalu diliputi oleh perasaan senang, tenang, dan nyaman, karena perasaan ini terhubung langsung dengan sang ilahi. Sedangkan cinta yang FANA diliputi oleh nafsu, perasaan gelisah, tidak tenang, dan kadang menyakitkan.
Banyak sahabat kita yang terpuruk dalam kesedihan yang mendalam karena cinta yang fana. Ia disakiti bahkan dikhianati oleh orang- orang yang sangat mereka cintai. Astagfirullah hal’adzim…
Padahal, adanya cinta sebenarnya akan membuat kita bahagia, bukan membuat kita sengsara dan merana. Memang tidak mudah, bagi orang yang sudah terikat oleh cinta yang fana untuk bangkit kembali dari kesedihan, karena perasaannya masih memikirkan zat yang fana pula. Dengan terlalu menyandarkan hati kita pada zat yang lemah, maka kita pun akan tumbuh menjadi pribadi yang lemah pula.
Maka, mulai saat ini jadilah orang- orang yang tangguh. Yang tidak pernah bersedih dan menangis hanya karena sebuah cinta yang fana. Jangan sandarkan jiwa dan hati Anda yang suci pada cinta yang bisa menyakiti. Waktu masih panjang dan masih begitu banyak impian yang belum kita raih dalam hidup ini. Oleh sebab itu, kita membutuhkan kekuatan cinta yang luar biasa yaitu Cinta yang abadi, cinta kepada sang ilahi.
Silahkan Anda mencintai orang- orang yang Anda cintai, tapi cintailah mereka dengan cinta yang sewajarnya. Seandainya Anda ditinggalkan atau disakiti olehnya, maka Anda tidak terpuruk dalam kesedihan yang mendalam dan dapat langsung bangkit dari keterpurukan, karena masih mempunyai 1 cinta abadi yang hakiki, yaitu cinta kepada sang ilahi. Cinta yang tulus dan tak pernah menyakiti… Cinta yang memberi kekuatan dan menyejukkan hati… Cinta yang murni dan berasal dari cahaya ilahi.
Curahkan cinta Anda lebih kepada Allah ta’ala, karena inilah yang menjadi bukti ketulusan iman dan ketaqwaan kita kepadaNya. Bahkan rosulullah pun bersabda: “Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya”. (HR. Abu Dawud).
Cinta yang fana belum tentu bisa membawa kita ke Surga.Namun cinta yang abadi dapat membawa kita ke Surga. Cintailah rosulullah, karena kelak orang- orang yang mencintai beliau akan dipertemukan dengan beliau di Surga. Hadis riwayat Anas bin Malik ra.: “Bahwa seorang Arab badui bertanya kepada Rasulullah saw : Kapankah kiamat itu tiba? Rasulullah menjawab: Apa yang telah kamu persiapkan untuk menghadapinya? Lelaki itu menjawab: “Aku Cinta Allah dan RasulNya”. Kemudian rasulullah bersabda: “Kamu akan bersama orang yang kamu cintai” (bersama dengan rosul di Surga). (Shahih Muslim No.4775). MasyaAllah…
Jika Anda terlalu mencintai dan mengejar Dunia, maka Anda tidak mungkin mendapatkan Akhirat. Namun jika Anda mencintai dan mengejar Akhirat, maka Anda pasti mendapatkan keduanya (Dunia dan Akhirat). Mengapa..? Karena Akhirat tidak hanya mengajarkan kita bagaimana cara untuk memasukinya, tapi juga mengajarkan bagaimana kita untuk menaklukkan dan meraih apa yang terbaik di Dunia ini.
Bagaimana dengan Anda…? Masihkah Anda mengalirkan air mata kesedihan hanya karena sebuah cinta yang fana..? Dan sudahkah Anda mencintai Allah dan Rosulullah dalam cinta yang abadi..? Semoga sepenggal tulisan ini, dapat membantu Anda untuk lebih memahami arti sebuah cinta yang sebenarnya. Membuat Anda menjadi orang- orang tangguh, yang selalu mencintai Allah dan Rosulullah dalam ikatan cinta yang abadi. Allahumma Amiin…
Salam hangat dari Saya dan Keluarga Besar,
Rinduku Padamu
oleh Rush Man pada 22 Mei 2011 jam 13:47
aku menunggu di setiap hembusan nafasku...
tiada lelah rasa ini hanya mimpi dan bayangan semu...
yang selalu menyelimuti rindu di hatiku...
kucoba menepis sgala rasa gelisah yang ada...
smoga kerinduan ini akan segera berakhir...
seiring kudapatkan kerinduan baru yang lebih bermakna...
dan membuatku bahagia...
tiada lelah rasa ini hanya mimpi dan bayangan semu...
yang selalu menyelimuti rindu di hatiku...
kucoba menepis sgala rasa gelisah yang ada...
smoga kerinduan ini akan segera berakhir...
seiring kudapatkan kerinduan baru yang lebih bermakna...
dan membuatku bahagia...
Indahnya Cinta
oleh Taim Ta' pada 21 Mei 2011 jam 0:13
Direlung hati dan jiwa ku
Ada lukisan cintamu bersemayam indah
Saat raut wajahmu
Menjelma dalam cinta ku
Hari ku penuh bunga rindu
Malamku bersinar bintang cintamu
Terus indahkan hidup dan cintaku
Dikala kau disisi
hidup terasa dalam genggaman cintamu
Nafikan selain nya
Tak terucap
Indah nya cinta waktu itu
mata melihatmu
Bertambah cintaku
Jika mata mulai gelap
Semakin tumbuh besar rasa itu
Berakar , berbatang berdaun dan berbuah
Di kebun hati ku
Oh cinta…
Indahnya hadir mu
warnai hidupku
indahnya cinta,,!
saat ingat padamu
dan menatapmu
wahai… cinta
indahlah selalu
dengan kesetian dan rindu
cinta melanda
semua terasa indah
bila cinta tak ada
hampa terasa
seakan hidup tak bermakna
Ada lukisan cintamu bersemayam indah
Saat raut wajahmu
Menjelma dalam cinta ku
Hari ku penuh bunga rindu
Malamku bersinar bintang cintamu
Terus indahkan hidup dan cintaku
Dikala kau disisi
hidup terasa dalam genggaman cintamu
Nafikan selain nya
Tak terucap
Indah nya cinta waktu itu
mata melihatmu
Bertambah cintaku
Jika mata mulai gelap
Semakin tumbuh besar rasa itu
Berakar , berbatang berdaun dan berbuah
Di kebun hati ku
Oh cinta…
Indahnya hadir mu
warnai hidupku
indahnya cinta,,!
saat ingat padamu
dan menatapmu
wahai… cinta
indahlah selalu
dengan kesetian dan rindu
cinta melanda
semua terasa indah
bila cinta tak ada
hampa terasa
seakan hidup tak bermakna
